Mukernas Jogja (ketum dan mensos)...

Perjuangan tak pernah usai sampai allah kembali mengambil kita...

Reiciendis voluptatibus maiores

Aksi Pak Tif di Mukernas.

Hakikat perjuangan turun naik, sakit sehat,pedih nikmat maka jika terjatuh bangkitlah kembali, andai terluka sabarlah dan harapkanlah pahala berlipat tak terhingga. ingatlah gerbang firdaus yang menanti ..

Asumenda omnis dolor

Ketum dan Presiden pertama PK..

Semoga allah akan memberikan sebuah pelangi dalam setiap hujan, sebuah senyum dalam setiap kelelahan, sebuah jawaban untuk setiap persoalan..

Voluptates repudiandae sint

MPKM2..

Dari air kita belajar ketenangan, dari batu kita belajar ketegaran, dari tanah kita belajar kehidupan...

Necessitatibus saepe eveniet

Mujahid siap beraksi...

Teruskan perjuangan raih ridho ilahi...

Omnis dolor repellendus

add teks slideshow here..

Add teks slideshow here ..

Pomnis voluptas assumenda

add teks slideshow here..

add teks slideshow here..

Harum quidem rerum
  • Reiciendis voluptatibus maiores
  • Asumenda omnis dolor
  • Voluptates repudiandae sint
  • Necessitatibus saepe eveniet
  • Omnis dolor repellendus
  • Pomnis voluptas assumenda
  • Harum quidem rerum

Rabu, 25 Mei 2011

Biarkan Kami Mencemburuimu...


Sumber: http://pkspiyungan.blogspot.com/2011/05/biarkan-kami-mencemburuimu-ode-buat.html

Oleh Cahyadi Takariawan*
izinkan kami terus berjalan, bunda
jangan khawatirkan langkah kami
sebab kami telah mengerti arah jalan yang kau retaskan untuk kami
di situlah kami selalu berjalan ke depan
dan tak akan pernah berhenti menapaki


tenanglah kini engkau meniti surgaNya, bunda
karena kami yakin dengan apa yang dijanjikanNya
langkahmu itu, tegarmu itu, kokohmu itu
tak ada yang bisa mengalahkanmu
tak ada yang sanggup menghentikanmu
semua kami cemburu

* * *

bergembiralah engkau di sisiNya, bunda
karena hanya itulah tempat yang bisa mengistirahatkanmu
kau telah habiskan waktu dan tenagamu dengan pengabdian
dengan pengorbanan, dengan perjuangan
habis, tanpa sisa, dunia telah engkau hadapi
kini saatnya istirah abadi

* * *

kami akan selalu mengenangmu, bunda
di sini, di dada ini, di langkah ini, di jalan ini
engkau tidak menulis buku-buku, karena engkau sibuk mencetak prestasi
engkau sibuk menyiapkan generasi
engkau sibuk menuliskan goresan kebaikan di setiap kesempatan
itulah yang akan selalu kami kenangkan

* * *

maka izinkan kami terus berjalan, bunda
sungguh, jangan khawatirkan langkah kami
sebab kami telah mengerti arah jalan yang kau retaskan untuk kami
di situlah kami selalu berjaga dengan sepenuh kesadaran dan kecintaan
dan kami tak akan pernah berhenti menapaki jalan ini

* * *

terang benderang jalanmu ini, bunda
jalan yang menghantarkanmu ke haribanNya
jalan yang menghantarkanmu mendapatkan surgaNya
jalan kenabian yang selalu mengajarkan kesetiaan
tak akan kami mengkhianatinya

* * *

tunggu kami di taman-taman keindahan itu, bunda
sebab kami hanya menanti janji
saatnya pasti kami tepati, menemanimu bercengkerama
di taman-taman indah itu
kini, biarkan kami mencemburuimu.....

0 komentar

Rabu, 04 Mei 2011

Hari Pendidikan Nasional: Hadapi Problematika Pendidikan, Pemerintah Daerah dituntut Perhatian lebih

oleh :
Irwan Setiawan
Anggota DPRD Propinsi Jawa Timur
Daerah Pemilihan 3 (Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo)
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera 
Berdasarkan laporan UNDP (United Nations Development  Programs) dalam "Human Development Report 2006" tentang  Kualitas Pembangunan Manusia. dari 177 negara yang diurutkan  berdasarkan kualitas manusia atau bangsanya, Indonesia hanya  berada pada peringkat ke-108. Sebagai perbandingan, Singapura  sudah mencapai peringkat ke-25, Brunei Darussalam ke-34, Malaysia ke-61, Thailand ke-74, dan Filipina ke-84. Negara tetangga dekat lainnya, Australia, bahkan sudah berada pada peringkat ke-3; negara ini bersaing ketat dengan Swedia (ke-4), Islandia (ke-2), dan Norwegia (ke-1).
Pada aspek moralitas, Pendidikan berjalan tanpa bingkai moral yang tegas, sehingga kehilangan arah dan hakikat yang paling asasi, yaitu untuk menghasilkan manusia Indonesia yang berakhlak mulia, beriman dan bertakwa kepadaTuhan Yang Maha Esa. Kasus tawuran massal di kalangan pelajar dan mahasiswa bermunculan hampir setiap tahun di beberapa kota besar. Sementara itu, jumlah pemakai narkoba di Jawa Timur menunjukkan peningkatan yang luar biasa, terutama di kalangan kaum muda. Dalam riset yang dilakukan Badan Narkotika Nasional dan Pusat Penelitian Universitas Indonesia terungkap bahwa biaya ekonomi dan sosial dari penyalahgunaan narkoba di Indonesia (2004) mencapai Rp.23,6 triliun. Tahun 2006, jumlah pemakai narkoba berkisar 2 hingga 4 juta orang. Tak kurang dari 78%  korban yang tewas akibat narkoba merupakan anak muda berusia antara 19-21 tahun. Jatim merupakan yang tertinggi di Indonesia  

Kondisi Daerah
Kondisi pendidikan di daerah setali tiga uang. Dilihat dari sebaran Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM), kabupaten Banyuwangi dan Situbondo termasuk focus wilayah yang perlu mendapat perhatian dari capaian APK. Mengingat capaian APK untuk semua jenjang pendidikan di wilayah tersebut masih dibawa sasaran APK 2010 dala RPJMN 2010 – 2014.

Kabupaten Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso belum mencpai target APM SD Nasional. Bahkan, Kabupaten Banyuwangi masih dibawah Kabupaten Situbondo dari sisi pencapaian target APM SD-nya. Padahal, Angka partisipasi Murni (APM) merupakan salah satu indicator tonggak-tonggak kunci keberhasilan terhadap pemerataan serta perluasan akses pendidikan.



0 komentar

Selasa, 03 Mei 2011

Kader-Kader Manja

Duh kader-kader manja, maunya selalu mendapat, tapi enggan memberi.  Maunya diperhatikan, tapi tak mau memperhatikan. Maunya dihargai, tapi tak mau menghargai.

Duh kader-kader manja, merasa paling dibutuhkan dalam dakwah hingga tinggi hati menyerang niat nan suci. Merasa paling berkontribusi tapi lupa diri, bahwa yang diperbuatnya tak begitu berarti.

Duh kader-kader manja, masalah pribadi jadi masalah lembaga. Harusnya fokus memikirkan umat, tapi sibuk mengungkit masalah internal yang dibuat buat. Kapan kita geraknya sobat?

Duh Kader-kader manja, selalu enggan datang rapat, kalaupun datang pasti bilangnya “afwan telat”

Duh kader-kader manja, inginnya selalu instan. Ingin dapet jabatan. Ingin terlihat mapan. Kalau tidak berhasil jadinya menjauh dari perkumpulan. Barisan patah hati pun jadi bermunculan.

0 komentar